Bidik Cerita di Dieng : The Land Above the Cloud (PART 3)


MENGERJAR SUNRISE!


Hellow... sudah lama sekali ya gw gak nge-blog dan ngeshare perjalanan gembel gue n the genk. Sebelum gw cerita tentang perjalan selanjutnya gw mau lanjutin dulu perjalanan babak terakhir di Dieng. Pakuwaja, gunung yang meyakinkan gue n genk bahwa indonesia itu Luar Biasa, bro!

Bytheway gw salut sama Rizki, bukan karena dia bisa tembus tembok atau loncat sejauh 3 meter atau menembus langit, bukan! Dia gak punya kekuatan kayak gitu, tapi dia punya kulit BADAK! Seriously! Lu tau kan Dieng itu dingiiiiinn buanggeet! Siang hari aja dinginnya masih nusuk-nusuk geli gitu. Apalagi malem, bayangin coba? Please bayangin! Bayangin siihh...! dan Rizki keluar penginapan tanpa sehelai baju pun eh... maksudnya hanya make kaos tipis dan celana pendek! Sedangkan gue udah make 2 lapis baju dan 1 jaket beserta syal ulalala!

Malam hari sebelum kita harus bangun jam 3 gw and the genk maen dare and truth akhirnya kebongkar deh rahasia-rahasia kita (susah ya kumpul dengan anak anak kepo!) 

Jam 03:00

Bangun tidur kuterus mandi gw langsung seger, dara muda gw berapi-api, semangat pertualangan gw membara, dada terasa terbakar, mata terasa perih. Aduuh ini gw cerita apa sih?
Dari penginapan menuju pegunungan pakuwija berkisar 2 jam.  Oh ya, sangking gw gak sabaran buat mengerjar sunrise gw nyerobot antrian perjalanan mendaki. Kelakuan gw yang kontroversional itu ngebuat gosip dikalangan pendaki.

“eh nyantai dong...! gak sabaran banget!!” kata pendaki cewek nyolot bibirnya sambil dimiring-miringin.

Ada juga yang cuma geleng-geleng kepala. Silent-silent gitu. Ada yang berdecak gara-gara diserobot. Dan akhirnya gw kena batunya. Gue nyasar! OMG! Dan beruntungnya ada satu-dua orang yang ikutan tersesat bareng gw hahhaa... masalahnya karena gw buru-buru gw ninggalin barisan, ketika seharusnya rombongan belok kiri, gw malah belok KANAN! Ya secara ya, gw beranut kanan itu lebih baik dari kiri ya gw pilih kanan. Eeehh.. kesasar! Dan hal yang paling mengharukan ketika gw tersesar, seluruh genk gw manggil manggil nama gw gitu!

“Kakeeeekk.. kakkeeeeekk...”

“Kak yudiiiisss...”


Mendengar itu gw lari secepat kilat ngejer rombongan gw. And i’m here! Puncak pakuwija! Sunrise-nya sudah muncul! Sambil terengah-ngah gw buka kamera dan capture that moment!
untuk mendapatkan foto sunrise jangan lupa untuk menyeting diagrama dengan bukaan besar F/8-22
agar kesan sunrisenya (kekuning-kuningan) semakin kuat white balance gunakan "cloudy or shadow (gambar rumah)" dan jangan untuk meminimalisir shake gunakan tripod sehingga kamu bebas menggunakan iso 100 tanpa takut shake

Sebagai fotografer traveling jangan terbuai dengan foto landscape melulu therefore, secepat kilat otak gw bekerja untuk buat konsep foto siluet here we are...
ini lisfa sambil melempar syal-nya gw suka
banget ma foto ini


ini rizki yang memotret memon ini gak bakal ke ulang lagi
coba tebak gw yang sebelah mana?





























Dan ini foto sebagai perwakilan perjalanan mengejar sunrise kami di gunung pakuwija!

FRIENDSHIP
foto ini yang menurut gw bisa mewakili pertualangan backpacker kami kali ini di gunung pakuwija. momen beberapa model yang dibuat ceria serta landscape gunung dipojok kanan dan semburat cahaya sunrise benar-benar mepresentasikan perjalanan ini 

Yup kelar sudah foto sunrise kali ini. Kini saatnya solat subuh. Sudah kesiangan, sih *plaak. Ayo solat! Solat di gunung itu sesuatu banget lho, sensasinya coba deeeh.

Gak perlu nunggu lama, tiba-tiba kita sudah dikepung oleh kabut, pandangan gw menjadi pendek. Semua tertutup kabut bahkan gunung dan matahari pun tertutup. Keren berasa misteri-misteri gitu hahhaa...

sebelum kami turun dan menuju ke sisi lain gunung kami juga sempat memotret one by one dengan tour guide kami. tadaaa..
inget yang make kupluk tour guidenya. bukan yang make jaket
merah. itu gueeee...!!! coba perhatikan background foto ini
putihkan? itu kabut! setebal itu!
 kami mulai turun dari gunung pakuwija yang konon namanya ini diambil dari bentuk gunungnya yang seperti paku. setelah mendaki gunung dna melewati lembah-lembah (ninja hatori kaleeee) kami tiba di sisi lain gunung di pakuwija.

untuk dapet foto ini saya harus berjongkok-jongkok
ria, karena pada saat foto ini belum punya
wide lens. dengan lensa kit 18-105mm
dan ini biasanya disebut frog eye angle. 

 Gw lupa nama tebing ini, pokoknya dari sini kita bisa liat pegunungan pakuwija seperti paku. Tebing ini agak licin, karena selain banyak penghijauan banyak juga lumutnya, belum lagi dengan embun pagi yang menempel di rerumputan. udaranya bersih banget. aahhh segaaaar!! (hiks jadi kangen suasana di gunung T_T)








Setelah bernarsis ria, kami mulai turun gunung, perlahan-lahan kabut mulai menipis tapi semangat kami tak pernah menipis bahkan berkurang sedikitpun tidak. bagaimana tidak, alam mengajarkan pada kami tentang kebersamaan, tentang ketenangan dan keindahan yang gak bertepi. Kadang heran juga bisa-bisanya "mereka" membakar hutan tanpa rasa bersalah? 

Semakin kami turun dari gunung semakin terlihat pula keindahan bumi Dieng ini dan trust me, lu gak bakal berhenti berdecak kagum pada Maha Indah setelah melihat pemandangan luar biasa ini dengan mata kepala lu sendiri!


Baiklah, sejenak kami rehat sambil bernarsis ria!



oke guys... perjalanan belum selesai karena kali ini gw and the genk langung menuju belerang. ada sedikit accident sebelum sampe di belerang. hape gw sempet ilaaangg... gara-gara sok tidur-tiduran di rerumputan, alhamdulilah masih rejeki. jadi ya ketemu. Apaaaa?? semoga ilang beneran? jangan doain yang buruk-buruk! 

Sebagai fotografer traveling jangan lupa untuk selalu memotret keunikan yang ada di tempat yang lu kunjungin! Entah itu makanannya, oleh-oleh kenangan disana, atau orang-orang aneh di sana juga boleh.

Seperti foto di samping kiri ini. itu anak dengan rambut mekar dan gimbal-gimbal gimana gitu, unik banget deh ini anak. so... jangan lewatin memen momen perjalanan berharga lu cuma karena males mencet shutter, apalagi karena takut keabisan shutter count.


dan tiba lah kami di daerah belerang dan disinilah akhir dari perjalanan kami. di sini kita bisa bermain motor cross,menunggang kuda, atau bagi yang kere silakan berjalan kaki. karena kami backpacker kere maka jalan kaki adalah pilihan yang diutamakan. Yah begitulah, sore ini kita harus pulang! dan kembali kerutinitas kita. bye...


Yudistira Kusuma
01/04/2014

Komentar

  1. Kere. Sori ye, ane enggak termasuk pas ikut perjalanan ini:p

    BTW cool ceritanya, enggak kayak orangnya. Hahahha

    Moga bisa jalan bareng lagi entah kapan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer